CLOUD COMPUTING
SRI RAHAYU
56410670
4IA19
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi saat ini
mengalami perkembangankearah pencapaian kemudahan dan kenyamanan luar biasa,
sehingga kegiatan sehari-hari yang dianggap tidak mungkin dapat dikerjakan
dalam waktu singkat. Pengembanganteknologi computasi berbasis internet saat ini
lebih diarahkan pada proses aplikasi sistem yang mudah dan tidak memerlukan
banyak waktu atau tenaga. Permasalahan diperoleh dalam pengolahan sistem
jaringan. Apabila ada suatu perubahan program aplikasi internet
pada server dalam jaringan lokal, datanya harus di-instal
ulang atau disesuaikan kembali. termasuk pada pemakaian komputer biasa
diperlukan sistem operasi dan program aplikasi. Sistem operasi sangat
menentukan program aplikasi. Kalau pemakai memilih sistem operasi MS
Windows misalnya, maka aplikasinya punharus berbasis Windows. Demikian juga
kalau sistemnya berbasis DOS, Linux, Mac, dan sebagainya. Sekarang
konsep teknologi informasi Cloud Computing sedang hangat
dibicarakan.IstilahCloud Computing mulai banyak didengar dan
perkembangannya sangat luar biasa. Disebut-sebut teknologi Cloud
Computing dapat menghilangkan permasalahan yang dijelaskan
diatas. Perusahaan-perusahaan besar di bidang IT pun sekarang mencurahkan
perhatiannya ke sana. Apa sebenarnya Cloud Computing itu?
Komputasi awan merupakan istilah bagi dunia TI yang sistemnya hanya disewa.
Maksudnya, dalam menerapkan teknologi ini, pelanggan diharuskan untuk
menyewa beberapa komponen kerja di TI,
seperti server penyimpanan data hingga data center.
Melihat dari tren ini, kita dapat memprediksi masa depan, standard teknologi
akan menjadi lebih sederhana karena ketersediaan dari banyak cloud
service. Seluruh nama besar seperti IBM,Microsoft, Google, dan Apple, saat ini
sedang terlibat dalam peperangan untuk menjadi penguasa terbesar terhadap
teknologi awan ini.
B. Identifikasi
Masalah
Pada
makalah ini, akan kami sampaikan penjelasan tentang cloud computing. Dalam makalah
ini dijelaskan mengenai pengertian, sejarah, keunggulan, kelemahan, dan sistem
security dari cloud computing.
C. Tujuan
Seperti
yang telah kami jelaskan dalam kata pengantar, makalah ini dibuat dalam rangka
memperdalam pemahaman tentang cloud computing. Tujuan makalah ini adalah
menjabarkan mengenai pengertian, sejarah, keunggulan, kelemahan, dan sistem
security dari cloud computing.
BAB II
PENJELASAN
A. Pengertian Cloud
Computing
Komputasi awan (bahasa Inggris: cloud computing) adalah
gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis
Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana awan
yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam
diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga
merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia
adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi
disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat
mengaksesnya lewat Internet ("di dalam awan") tanpa mengetahui apa
yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap
infrastruktur teknologi yang membantunya. Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang
dipublikasi IEEE Internet Computing" Cloud Computing adalah suatu
paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan
tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya
adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld,
sensor-sensor, monitor dan lain-lain."
Cloud computing pada dasarnya adalah
menggunakan Internet-based serviceuntuk mensupport business
process. Kata-kata “Cloud” sendiri merujuk kepada simbol awan
yangdi dunia TI digunakan untuk menggambarkan jaringan internet (internet
cloud ).
Wikipedia
mendefinisikan cloud computing sebagai “komputasi berbasis
Internet, ketika banyak server digunakan bersama untuk menyediakan sumber daya,
perangkat lunak dandata pada komputer atau perangkat lain pada saat dibutuhkan,
sama seperti jaringan listrik”.
Gartner
mendefinisikannya sebagai “sebuah cara komputasi ketika
layanan berbasis TIyang mudah dikembangkan dan lentur disediakan sebagai sebuah
layanan untuk pelanggan menggunakan teknologi Internet.”
Forester
mendefinisikannya sebagai “standar kemampuan TI, seperti
perangkat lunak, platform aplikasi, atau infrastruktur, yang disediakan
menggunakan teknologi Internetdengan cara swalayan dan
bayar-per-pemakaian.”Agar lebih mudah membayangkan skema Cloud Computing,
silahkan lihat ilustrasi berikut.
B. Sejarah Cloud
Computing
Konsep awal Cloud Computing muncul pertama kali pada tahun
1960 oleh John McCarthy yang berkata “komputasi suatu hari nanti akan menjadi
sebuah utilitas umum” ide dari cloud computing sendiri bermula dari kebutuhan
untuk membagikan data untuk semua orang di seluruh dunia. Mohamed J.C.R
Licklider, pencetus ide ini, menginginkan semua orang untuk dapat mengakses apa
saja di mana saja. Dengan munculnya grid computing, cloud computing melalui
internet menjadi realitas.
Cloud computing adalah sebuah mekanisme dimana kemampuan
teknologi informasi disediakan bukan sebagai produk, melainkan sebagai layanan
berbasis internet yang memungkinkan kita “meenyewa” sumber daya teknologi
informasi (software, processing power, storage, dan lainnya) melalui internet
dan memanfaatkan sesuai kebutuhan kita dan membayar yang digunakan oleh kita
saja.
Cloud computing merupakan evolusi dari vrtualization,service
oriented architecture, autonomic dan utily computing. Cara kerja dari cloud
computing bersifat transparan, sehingga end-user tidak perlu pengetahuan,
control akan, teknologi insfratuktur dari cloud computing untuk dapat
menggunakannya dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka .merka hanya perlu tahu
bagaimana cara mengaksesnya.
C. Keunggulan Cloud
Computing
Uraian mengenai keuntungan (sisi potensial) yang didapat
dalam penggunaanCloud Computing. Namun, secara spesifik, merujuk kepada
(Thia, 2008) keuntungan Cloud Computing antara lain: (1) Keuntungan
bagi para pelaku bisnis adalah minimalisasi biaya investasi infrastruktur
publik sehingga bisnis bisa lebih terfokus pada aspek fungsionalitasnya, (2)
Bagi application developer,layanan PaaS memungkinkan pengembangan dan
implementasi aplikasi dengan cepat sehingga meningkatkan produktivitas, (3)
Bagi para praktisi yang bergerak di industri TI, hal ini berarti terbukanya
pasar baru bagi industri jasa pengembangan teknologi informasi, (4) Bagi
pebisnis di bidang infrastruktur, hal ini merupakan peluang yang besar karena
dengan meningkatnya penggunaan layanan SaaS ini akan meningkatkan
penggunaaan bandwidth internet, (5) Integrasi aplikasi dengan
berbagai perangkat. Keunggulan lainnya adalah :
1. Tanpa
Investasi Awal
Dengan cloud computing, kita dapat menggunakan sebuah
layanan tanpa investasiyang signifikan di awal. Ini sangat penting bagi bisnis,
terutama bisnis pemula(startup). Mungkin di awal bisnis, kita hanya perlu
layanan CRM untuk 2 pengguna.Kemudian meningkat menjadi 10 pengguna.Tanpa model cloud
computing, maka sejak awal kita sudah harus membeli hardware yang
cukup untuk sekian tahun ke depan. Dengan cloud computing, kita
cukupmembayar sesuai yang kita butuhkan.
2. Mengubah
CAPEX menjadi OPEX
Tanpa cloud computing, investasi hardware dan software harus
dilakukan di awal,sehingga kita harus melakukan pengeluaran modal (Capital
Expenditure, atau CAPEX). Sedangkan dengancloud computing, kita dapat
melakukan pengeluaranoperasional (Operational Expenditure, atau OPEX). Jadi,
sama persis dengan biaya utilitas lainnya seperti listrik atau telepon ketika
kita cukup membayar bulanan sesuai pemakaian. Hal ini akan sangat
membantu perusahaan secara keuangan.
3. Lentur
dan Mudah Dikembangkan
Dengan memanfaatkan Cloud Computing, bisnis kita dapat
memanfaatkan TI sesuaikebutuhan. Perhatikan Gambar di bawah untuk melihat
beberapa skenario kebutuhan bisnis. Penggunaan TI secara bisnis biasanya tidak
datar-datar saja. Dalam skenario “Predictable Bursting”, ada periode di
mana penggunaan TImeningkat tajam. Contoh mudah adalah aplikasi Human Resource
(HR) yang padaakhir bulan selalu meningkat penggunaannya karena mengelola gaji
karyawan. Untuk skenario “Growing Fast”, bisnis meningkat dengan pesat
sehingga kapasitas TI jugaharus mengikuti.Contoh skenario “Unpredictable
Bursting” adalah ketika sebuah website beritamendapat pengunjung yang
melonjak karena ada berita menarik. Skenario “On and Off” adalah
penggunaan TI yang tidak berkelanjutan. Misalnya, sebuah layanan pelaporan
pajak, yang hanya digunakan di waktu-waktu tertentu setiap tahun.
Dengan cloud computing, karena sifatnya yang lentur dan
mudah dikembangkan(elastic and scalable), maka kapasitas dapat ditingkatkan
pada saat dibutuhkan,dengan biaya penggunaan sesuai pemakaian.
4. Fokus
pada Bisnis, bukan TI
Dengan menggunakan Cloud Computing, kita dapat fokus pada
bisnis utama perusahaan, dan bukan berkecimpung di dalam pengelolaan TI. Hal
ini dapatdilakukan karena pengelolaan TI dilakukan oleh penyedia layanan, dan
bukan olehkita sendiri. Misalnya, melakukan patching,security
update, upgrade hardware,upgrade software, maintenance, dan
lain-lain. Apabila kita memiliki tim TI, maka tim tersebut dapat fokus
pada layanan TI yang spesifik untuk bisnis kita, sedangkan hal-hal umum sudah
ditangani oleh penyedialayanan.
D. Kekurangan Cloud
Computing
Merujuk kepada (Robbins, 2009), resiko yang harus
dihadapi userdalam penggunaan Cloud Computing ini antara
lain: (1) service level, artinya
kemungkinan service performance yang kurang konsisten
dari provider.Inkonsistensi cloud provider ini
meliputi, data
protection dan data recovery,(2) privacy, yang berarti
adanya resiko data user akan diakses oleh orang lain
karena hosting dilakukan secara bersama-sama, (3) compliance,
yang mengacu pada resiko adanya penyimpangan level
compliance dari provider terhadap regulasi yang diterapkan
oleh user, (4) data ownership mengacu pada resiko
kehilangan kepemilikan data begitu data disimpan
dalam cloud, (5) data mobility, yang mengacu pada
kemungkinan share data antar cloud service dan cara
memperoleh kembali data jika suatu saat user melakukan proses
terminasi terhadap layanan cloud Computing. Beberapa
pertimbangan lain yang menjadi resiko Cloud Computing adalah:
- Ketidakpastian kemampuan penegakan kebijakan keamanan pada provider
- Kurang memadainya pelatihan dan audit TI
- Patut dipertanyakan kendali akses istimewa pada
situs provider
- Ketidakpastian kemampuan untuk memulihkan data
- Kedekatan data pelanggan lain sehingga kemungkinan tertukar
- Ketidakpastian kemampuan untuk mengaudit operator
- Ketidakpastian keberlanjutan keberadaan provider
- Ketidakpastian kepatuhan provider terhadap
peraturan.
E. Sistem
Security Cloud Computing
Sebelum layanan Cloud computing menjadi begitu diinginkan,
pelanggan harus merasa aman dengan informasi yang mereka transfer. Pada jurnal
tersebut dijelaskan model pertama yang menjelaskan (model privasi) dengan
mengimplementasikan secara ekonomi efisien metode sedangkan intrusi CP sistem
deteksi memfokuskan upaya lebih terhadap pencegahan serangan. Ketika merancang
sebuah skema keamanan untuk layanan Cloud computing, ada yang mendasari dilema
dimana keamanan tidak bisa datang pada biaya aspek yang diinginkan seperti
kecepatan data atau keterjangkauan. untuk mengatasi dilema ini, beberapa skema
keamanan seperti sistem Reputasi Dirichlet memungkinkan pengguna untuk
mengontrol tingkat keamanan yang besar.
BAB III
KESIMPULAN
Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi
secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara
di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer
tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan
lain-lain. keuntungan Cloud Computing antara lain: (1) Keuntungan bagi
para pelaku bisnis adalah minimalisasi biaya investasi infrastruktur publik
sehingga bisnis bisa lebih terfokus pada aspek fungsionalitasnya, (2)
Bagi application developer,layanan PaaS memungkinkan pengembangan dan
implementasi aplikasi dengan cepat sehingga meningkatkan produktivitas, (3)
Bagi para praktisi yang bergerak di industri TI, hal ini berarti terbukanya
pasar baru bagi industri jasa pengembangan teknologi informasi, (4) Bagi
pebisnis di bidang infrastruktur, hal ini merupakan peluang yang besar karena dengan
meningkatnya penggunaan layanan SaaS ini akan meningkatkan
penggunaaan bandwidth internet, (5) Integrasi aplikasi dengan
berbagai perangkat. Beberapa pertimbangan lain yang menjadi resiko Cloud
Computing adalah:
- Ketidakpastian kemampuan penegakan kebijakan keamanan
pada provider
- Kurang memadainya pelatihan dan audit TI
- Patut dipertanyakan kendali akses istimewa pada
situs provider
- Ketidakpastian kemampuan untuk memulihkan data
- Kedekatan data pelanggan lain sehingga kemungkinan tertukar
- Ketidakpastian kemampuan untuk mengaudit operator
- Ketidakpastian keberlanjutan keberadaan provider
- Ketidakpastian kepatuhan provider terhadap
peraturan.
Sumber : http://ibnewd.blogspot.com/2012/11/makalah-cloud-computing.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar