Powered By Blogger

Senin, 28 Februari 2011

KEBUDAYAAN COPY PASTE

Kemajuan teknologi informasi dalam beberapa tahun terakhir ini sangat luar biasa. Perkembangan teknologi ini menimbulkan dampak negatif dan positif. Perlahan tapi pasti melahirkan budaya baru yaitu copy paste.
Plagiasi merupakan tindakan menampilkan ide, gagasan, pikiran, dan pekerjaan orang lain yang diakui sebagai pekerjaannya sendiri. Atau bisa juga secara tidak sengaja maupun dengan kesengajaan, tidak mencantumkan keterangan bahwa ia telah menggunakan pikiran orang lain melalui teknik notasi ilmiah. Praktik ini, sekarang sudah dianggap sebagai pekerjaan lumrah oleh pelakunya. Tanpa tahu malu, tanpa tahu tabu, tanpa tahu diri, tanpa mau tahu, dan bahkan—celakanya—dengan bangga melakukan praktik terlaknat tersebut.
Dengan semakin maraknya praktik plagiasi, kiranya tidak berlebihan jika tindakan yang telah dilakukan oleh banyak orang tersebut dikategorikan sebagai budaya, karena memang telah membudaya di masyarakat akademis pendidikan tinggi. Tanpa sadar telah terinternalisasi ke dalam diri beberapa oknum civitas akademis yang tidak jujur. Praktik ini semakin mudah dilakukan dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, yang bertitel internet. Pelaku tinggal meng­copy berbagai sumber di internet, untuk kemudian dipaste ke karya tulisnya yang diakui sebagai milik pelaku yang tak tahu malu ini. Karenanya, pelaku yang terbiasa melakukan praktik tersebut bisa dikatakan memiliki mentalitas “copy-paste.”(sumber:google)


keuntungannya : kita bisa mempercepat perkejaan kita ,hemat waktu jadi tak usah , dan efisien.
tapi dibalik itu semua ada kerugiannya juga seperti : mengcopy tugas orang lain yang bukan hak kita dan tidak menghargai tugas orang lain , kita bisa dibilang plagiattor, membuat kita semakin malas dll ..
tapi terlepas dari itu semua tergantung kita menyikapinya bagaimana. 
Sejarah Hari Valentine

Perayaan Kesuburan bulan Februari
Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak dahulukala. Menurut tarikh 
kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka 
akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.

Era Abad Pertengahan
Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 February adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk 
kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris Pertengahan ternama Geoffrey Chaucer pada 
abad ke-14. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (“Percakapan Burung-Burung”) bahwa
        For this was sent on Seynt Valentyne's day (“Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus”)
        Whan every foul cometh ther to choose his mate (“Saat semua burung datang ke sana untuk memilih 
pasangannya”)
Pada jaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari ini dan memanggil pasanagan 
mereka "Valentine" mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari 
koleksi pernaskahan British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo 
Valentinus diciptakan pada jaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:    * Sore hari sebelum santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati syuhada), ia menulis sebuah pernyataan 
cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis "Dari Valentinusmu".
    * Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu 
menikahkan mereka.
Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.
Hari Valentine Pada Era Modern
Hari Valentine kemungkinan diimpor oleh Amerika Utara dari Britania Raya, negara yang mengkolonisasi daerah 
tersebut. Di Amerika Serikat kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh 
Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko 
peralatan kantor yang besar dan ia mendapat ilham untuk memproduksi kartu dari sebuah kartu Valentine Inggris 
yang ia terima. (Semenjak tahun 2001, The Greeting Card Association setiap tahun mengeluarkan penghargaan 
"Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary".)

Tradisi Hari Valentine di Negara-Negara Non-Barat
Di Jepang, Hari Valentine sudah muncul berkat marketing besar-besaran, sebagai hari di mana para wanita memberi para pria yang mereka senangi permen cokelat. Namun hal ini tidaklah dilakukan secara sukarela melainkan menjadi sebuah kewajiban, terutama bagi mereka yang bekerja di kantor-kantor. Mereka memberi cokelat kepada para teman kerja pria mereka, kadangkala dengan biaya besar. Cokelat ini disebut sebagai Giri-choko, dari kata giri (kewajiban) dan choco (cokelat). Lalu berkat usaha marketing lebih lanjut, sebuah hari balasan, disebut “Hari Putih”(White Day) muncul. Pada hari ini (14 Maret), pria yang sudah mendapat cokelat pada hari Valentine diharapkan memberi sesuatu kembali.
Di Taiwan, sebagai tambahan dari Hari Valentine dan Hari Putih, masih ada satu hari raya lainnya yang mirip dengan kedua hari raya ini ditilik dari fungsinya. Namanya adalah "Hari Raya Anak Perempuan" (Qi Xi). Hari ini diadakan pada hari ke-7, bulan ke-7 menurut tarikh kalender kamariyah Tionghoa.
Di Indonesia, budaya bertukaran surat ucapan antar kekasih juga mulai muncul. Budaya ini cenderung menjadi 
budaya populer dan konsumtif karena perayaan valentine lebih banyak ditujukan sebagai ajakan pembelian barangbarang yang terkait dengan valentine seperti kotak coklat, perhiasan dan boneka. Pertokoan dan media (stasium TV, radio, dan majalah remaja) terutama di kota-kota besar di Indonesia marak mengadakan acara-acara yang berkaitan 
dengan valentine.
(sumber www.ngesot.multiply.com)

Memberikan hadiah dihari Valentine dihari kasih sayang memang bagus dan romantis tentunya karena memberikannya memang pas dihari kasih sayang (Valentine Day`s) tapi lebih bagus lagi bukan hanya dihari valentine saja kita berika rasa sayang kita kepada seseorang yang kita sayang. Melainkan setiap waktu kita tunjukkan perhatian dan kasih sayang kita kepada seseorang yang kita sayang. Karena kasih sayang bukan hanya dihari Valentine saja (sumber:http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/valentine-days/)

kesimpulannya: hari valentine itu hari kasih sayang tapi tidak mesti ditanggal 14 saja tiap saat juga bisa karena kasih sayang itu ada tiap saat , kasih sayang tak berbentuk coklat atau pun bunga itu hanya simbol ungkapan saja melainkan perhatian,kepedulian saling mengahargai dan juga tidak mesti kita kasih hadiah kekasih saja melainkan keluarga bahkan saudara kita atau pun orang-orang terdekat kita.
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN JEJARING SOSIAL

Pengertian Jejaring Sosial
Jejaring sosial adalah struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Jejaring ini menunjukan jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga. Istilah ini diperkenalkan oleh profesor J.A. Barnes di tahun 1954.
Jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll.
Sejarah Jejaring Sosial 
Sejak komputer dapat dihubungkan satu dengan lainnya dengan adanya internet banyak upaya awal untuk mendukung jejaring sosial melalui komunikasi antar komputer.
Situs jejaring sosial diawali oleh Classmates.com pada tahun 1995 yang berfokus pada hubungan antar mantan teman sekolah dan SixDegrees.com pada tahun 1997 yang membuat ikatan tidak langsung. Dua model berbeda dari jejaring sosial yang lahir sekitar pada tahun 1999 adalah berbasiskan kepercayaan yang dikembangkan oleh Epinions.com, dan jejaring sosial yang berbasiskan pertemanan seperti yang dikembangkan oleh Uskup Jonathan yang kemudian dipakai pada beberapa situs UK regional di antara 1999 dan 2001. Inovasi meliputi tidak hanya memperlihatkan siapa berteman dengan siapa, tetapi memberikan pengguna kontrol yang lebih akan isi dan hubungan. Pada tahun 2005, suatu layanan jejaring sosial MySpace, dilaporkan lebih banyak diakses dibandingkan Google dengan Facebook, pesaing yang tumbuh dengan cepat.
Jejaring sosial mulai menjadi bagian dari strategi internet bisnis sekitar tahun 2005 ketika Yahoo meluncurkan Yahoo! 360°. Pada bulan juli 2005 News Corporation membeli MySpace, diikuti oleh ITV (UK) membeli Friends Reunited pada Desember 2005. Diperkirakan ada lebih dari 200 situs jejaring sosial menggunakan model jejaring sosial ini.
Layanan Jejaring Sosial
Banyak layanan jejaring sosial berbasiskan web yang menyediakan kumpulan cara yang beragam bagi pengguna untuk dapat berinteraksi seperti chat, messaging, email, video, chat suara, share file, blog, diskusi grup, dan lain-lain. Umumnya jejaring sosial memberikan layanan untuk membuat biodata dirinya. Pengguna dapat meng-upload foto dirinya dan dapat menjadi teman dengan pengguna lainnya. Beberapa jejaring sosial memiliki fitur tambahan seperti pembuatan grup untuk dapat saling sharing didalamnya.
(sumber : google.)

manfaat jejaring sosial :
1 . sebagai sarana untuk berbagi . sebagai makhluk sosial kita mungkin ingin berbagi keceriaan , kegembiraan , suka duka tak mungkin kita hanya menjalaninya sendiri karena itu banyak sekali sarana yang menyediakan untuk bersosialisasi , bukan hanya didunia nyata saja tapi didunia maya sangat banyak sekali.
2. sebagai sarana promosi . banyak sekali yang menjadikan dunia maya untuk menjual barang yang kita punya tak hanya didunia nyata saja .. karena lebih efisien penjualannya secara online.

 kesimpulan : banyak sekali manfaat yang didapat dalam jaring sosial karena lebih mudah untuk melaksanakannya .. banyak teman yang kita dapat dijaringan sosial ini .